BAB III
I.
SISTEM PERSAMAAN LINIER
Sebuah garis di dalam bidang xy
secara aljabar dapat dinyatakan oleh sebuah persamaan yang berbentuk :
Sebuah persamaan semacam ini
dinamakan persamaan linier dalam variabel x dan variabel y,
secara lebih umum, maka kita mendefinisikan sebuah persamaan linier dalam n
variabel x1, x2, ……, xn sebagai sebuah
persamaan yang dapat dinyatakan dalam bentuk
a1x1
+ a2x2 + ….. + anxn = b
dimanaa a1,
a2, ………., an dan b adalah konstanta –
konstanta riel
contoh 1.
Yang berikut ini adalah
persamaan – persamaan linier :
Perhatikan bahwa persamaan linier tidak melibatkan sesuatu hasil kali atau
akar variabel. Semua variabel hanya terdapat sampai dengan angka pertama
dan tidak muncul sebagai argumen untuk fungsi
trigonometrik, fungsi logaritmik, atau untuk fungsi eksponensial. Yang
beikut ini bukanlah persamaan linier
:
Sebuah pemecahan (solution) persamaan linier a1x1
+ a2x2 + …….+ anxn = b adalah
sebuah urutan dari n bilangan s1, s2,
……, sn sehingga persamaan tersebut dipenuhi bila kita
mensubsitusikan x1 = s1, x2 = s2,
….., xn = sn. Himpunan semua pemecahan persamaan
tersebut dinamakan himpunan pemecahannya.
a.
Persamaan Linier Dua Peubah
Grafik persamaan linier
dua peubah berbentuk garis lurus. Cara
menggambarkan grafik ini dapat dilakukan dengan memilih titik-titik (minimal
dua titik) yang teletak pada garis tersebut, kemudian menghubungkannya dengan
sebuah garis lurus.
Contoh :
2x + 5y = 10
Penyelesaian :
Untuk menggambarkan garis dengan persamaan 2x + 5y =
10, terlebih dahulu kita tentukan titik-titik yang memenuhi persamaan tersebut.
Biasanya, dipilih titik-titik yang merupakan titik potong garis dengan
sumbu koordinat .
-
titik potong
garis 2x + 5y = 10 dengan sumbu x diperoleh jika y = 0 sehingga x = 5. jadi,
titik potongnya adalah (5 , 0).
-
titik potong
garis 2x + 5y = 10 dengan sumbu y diperoleh jika x = 0 sehingga y = 2. jadi,
titik potongnya adalah (0 , 2).
Hasil diatas dapat disajikan pada tabel :
|
x
|
y
|
(x,y)
|
|
0
|
2
|
(0,2)
|
|
5
|
0
|
(5,0)
|
b.
Sistem Persamaan Linier Dua Peubah
Sebuah sistem persamaan yang tidak memiliki pemecahan
dikatakan tak konsistent (inconsistent). Jika
ada setidak-tidaknya satu pemecahan , maka sistem persamaan tersebut dinamakan konsisten
(consistent). Untuk melukiskan kemungkinan – kemungkinan yang dapat
terjadi di dalam memecahkan sistem-sistem persamaan linier, tinjaulah sebuah
sistem umum dari dua persamaan linier dalam bilangan – bilangan yang tidak
diketahui x dan y
a1x + b1y = c1
a2x + b2y = c2
dimana a1, a2, b1, b2,
c1, dan c2 konstanta real, a1
dan a2 adalah koefisien dari peubah x, b1 dan b2
adalah koefisien dari peubah y.
Cara menyelesaikan sistem persamaan linier dua peubah
dapat digunakan metode subsitusi, eliminasi,
determinan dan matrik
b.1 Menyelesaikan Sistem Persamaan Linier Dua Peubah
dengan Metode Subsitusi
Untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dua peubah
dengan metode subsitusi, langkah – langkahnya sebagai berikut :
Langkah 1 :
Pilih salah satu persamaan, kemudian nyatakan salah satu
peubah persamaan tersebut ke dalam peubah yang lain sehingga diperoleh
persamaan baru.
Langkah 2 :
Subsitusikan persamaan yang diperoleh pada langkah 1
kepersamaan yang lainnya sehingga diperoleh sebuah persamaan linier satu
peubah. Kemudian, selesaikan persamaan tersebut sehingga diperoleh salah satu
peubah.
Langkah 3
Subsitusikan nilai peubah yang diperoleh pada langkah
2 ke persamana yang diperoleh pada langkah 1 sehingga diperoleh nilai peubah
keduanya.
Contoh :
2x + 3y = 4
2x – y = 4
Penyelesaian :
2x + 3y = 4 ………………………………………………………………(1)
2x – y = 4 ………………………………………………………………………. (2)
Langkah 1
Dari persamaan (2), diperoleh 2x – y = 4 Û y = 2x – 4 ……………………….(3)
Langkah 2
Persamaan (3) disubsitusikan kepersamaan (1), diperoleh :
2x + 3y = 4
Û 2x + 3(2x –
4) = 4
Û 2x + 6x – 12
= 4
Û 8x = 16
Û x= 2
………………………………………………………………………..(4)
Langkah 3
Persamaan ( 4) disubsitusikan ke persamaan (3),
diperoleh
y = 2x – 4
Û y = 2(2) – 4
Û y = 0
Jadi penyelesaian
sistem persamaan linier tersebut adalah x = 2 dan y = 0

Tidak ada komentar:
Posting Komentar